.
.
PENGARUH ANGIN TERHADAP TANAMANKATA PENGANTANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PENGARUH IKLIM TERHADAP TANAMAN”
Makalah ini berisikan tentang bagaimana pengarutanianh iklim terhadap tanaman, terutama di bidang pertanian,tanaman sangat berpengaruh terhdap iklim. suhu, kelembaban udara, angin, air, radiasi matahari merupakan factor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangantanaman.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal
sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
BelakangAngin merupakan salah satu unsur cuaca yang dapat berpengaruh terhadap
lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara luas angin akan
mempengaruhi unsur cuaca yang lain seperti suhu, kelembaban udara maupun
pergerakan awan. Arah datangnya angin akan berpengaruh terhadap kandungan uap air
yang dibawanya. Ketika angin banyak mengandung air maka akan terbentuk awan.
Hal ini terjadi pada saat awal musim hujan. Selain itu, angin yang banyak
mengandung uap air akan meningkatkan kelembaban udara dan dapat pula menurunkan
suhu udara.Angin dalam budidaya pertanian dapat berpengaruh langsung seperti
merobohkan tanaman. Namun pengaruh angin secara tidak langsung sangat komplek
baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi tanaman. Dengan adanya angin maka
akan membantu dalam penyerbukan tanaman dan pembanihan alamiah. Namun
kelemahannya juga akan terjadi penyerbukan silang dan penyebaran benih gulma
yang tidak dikehendaki. Selain itu angin merupakan salah satu penyebar hama dan
patogen yang dapat mempertinggi serangan hama dan penyakit yang akan sangat
merugikan.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal
sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
BelakangAngin merupakan salah satu unsur cuaca yang dapat berpengaruh terhadap
lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara luas angin akan
mempengaruhi unsur cuaca yang lain seperti suhu, kelembaban udara maupun
pergerakan awan. Arah datangnya angin akan berpengaruh terhadap kandungan uap air
yang dibawanya. Ketika angin banyak mengandung air maka akan terbentuk awan.
Hal ini terjadi pada saat awal musim hujan. Selain itu, angin yang banyak
mengandung uap air akan meningkatkan kelembaban udara dan dapat pula menurunkan
suhu udara.Angin dalam budidaya pertanian dapat berpengaruh langsung seperti
merobohkan tanaman. Namun pengaruh angin secara tidak langsung sangat komplek
baik yang menguntungkan maupun merugikan bagi tanaman. Dengan adanya angin maka
akan membantu dalam penyerbukan tanaman dan pembanihan alamiah. Namun
kelemahannya juga akan terjadi penyerbukan silang dan penyebaran benih gulma
yang tidak dikehendaki. Selain itu angin merupakan salah satu penyebar hama dan
patogen yang dapat mempertinggi serangan hama dan penyakit yang akan sangat
merugikan.
1.2 Rumusan
masalah
· ·Apa
pengertian angin?
· Apa pengaruh
angin terhadap tanaman?
1.3 tujuan
· Mengetahui
manfaat & kerugian angin
· Untuk
mengetahiui Seberapa besar pengaruh angin pada tanaman
BABII
PEMBAHASAN
Angin adalah
udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah yang
bertekanan rendah yang
mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah kecepatannya
sedang arahnya adalah darimana datangnya angin.
Kecepatan angin adalah kecepatan udara yang bergerak secara horizontal pada
ketinggian dua meter diatas tanah. Perbedaan tekanan udara antara asal dan
tujuan angin merupakan faktor yang menentukan kecepatan angin. Kecepatan angin
akan berbeda pada permukaan yang tertutup oleh vegetasi dengan ketinggian
tertentu, misalnya tanaman padi, jagung, dan kedelai. Oleh karena itu,
kecepatan angin dipengaruhi oleh karakteristik permukaan yang
dilaluinya.. Dalam mengukur kecepatan angin terdapat istilah kecepatan angin
rata-rata. Kecepatan angin rata-rata adalah jumlah seluruh kecepatan
angin pada saat pengamatan di bagi dengan jumlah pengamatan tanpa memperhatikan
arah angin.. Kecepatan angin dapat diukur dengan menggunakan alat yang
disebut anemometer. Jenis anemometer yang paling banyak digunakan adalah
anemometer mangkok. Kecepatan angin dapat diukur dalam satuan meter per
detik, kilometer per jam, atau knot(1 knot– sekitar 0,5 m/s).Arah angin diukur
dalam satuan derajat yaitu utara 360°, selatan180°, timur 90°, barat 270°, dan
seterusnya. Beberapa contoh angin yang diberi nama sesuai dengan arah datangnya
angin yaitu angin darat adalah angin yang datang dari arah darat, angin
laut adalah angin yang datang dari laut .Pada permukaan bumi terdapat atmosfer
yang diakibat perbedaan dalam menerima energi matahari, maka dalam skala
luas/global angin membentuk sirkulasi tertentu. Oleh karena itu maka angin
memiliki laju dan arah. Di samping angin yang bergerak dalam skala luas
terdapat angin yang terjadi di lokasi tertentu atau disebut angin lokal.
Contoh dari angin lokal adalah angin laut dan angin darat.
2.2 pengaruh
angin terhadap tanaman
Secara luas
angin akan mempengaruhi unsur cuaca seperti suhu yang optimum dimana
tanaman tumbuh dan berproduksi dengan sebaik-baiknya, kelembaban udara yang
berpengaruh terhadap penguapan permukaan tanah dan penguapan permukaan daun,
maupun pergerakan awan, Membawa uap air sehingga udara panas
menjadi sejuk dan juga Membawa gas-gas yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan
dan perkembangan tanaman.Ditinjau dari segi keuntungannya angin sangat
membantu dalam penyerbukan tanaman. angin akan membawa serangga
penyerbuk lebih aktif membantu terjadinya persarian bunga dan pembenihan
alamiah. Sedangkan pada keadaan kecepatan angin kencang, kehadiran
serangga penyerbuk menjadi berkurang sehingga akan berpengaruh terhadap
keberhasilan penangkaran benih dan akan menimbulkan penyerbukan silang.Dari
segi kerugiannya, angin yang kencang dapat menimbulkan bahaya
dalamPenyerbukan, karena angin bijinya tidak bisa menjadi murni sehingga
tanaman perlu diisolasi. Dan juga dapat menyebarkan hama penyakit seperti
perkembangan jamur.Perkembangan panyakit sangat tergantung pada cuaca. Keadaan
cuaca yang sangat lembab sangat menguntungkan bagi perkembangan jamur. Serangan
patogen cenderung akan meluas bila kelembaban tinggi. Berdasarkan hasil
penelitian diketahui bahwa patogen dipencarkan oleh angin. Dari hasil
penelitian Tantawi (2007) diketahui bahwa pemencaran konidium pada satu musim
tanam tembakau di Jember didukung oleh peningkatan kecepatan angin dan
penurunan kelembaban udara. Pada bulan kering maupun bulan lembab peningkatan
kecepatan angin yang diikuti dengan menurunnya kelembaban udara akan mendukung
pemencaran konidium. Berdasarkan data aktual untuk memencarkan konidium hanya
memerlukan kecepatan angin 0,28 m/det pada suhu 25ºC.Selain sebagai penyebar
patogen, angin juga mempengaruhi peningkatan jumlah luka pada tanaman inang dan
dapat pula mempercepat pengeringan permukaan tanaman yang basah. Penyebaran
penyakit yang sangat cepat dimungkinkan karena adanya angin baik secara
langsung atau tidak langsung melalui vektor yang dapat terbawa angin dalam
jarak jauh. Selain itu karena hembusan keras angin atau karena saling
bersinggungan antar tanaman atau melalui pasir yang diterbangkan juga dapat
menyebabkan permukaan tanaman terluka dan hal ini memungkinkan terjadinya
infeksi.Banyak jamur parasit yang penyebarannya terutama dilakukan oleh angin
karena jamur membentuk dan membebaskan spora ke udara dalam jumlah yang tidak
terhitung, mempunyai ukuran yang kecil dan ringan sekali sehingga mudah
diangkut oleh angin dalam jarak jauh. Meskipun spora-spora jamur pada umumnya
terdapat dalam lapisan udara di dekat tanah, di lapisan udara yang paling
tingginya ribuan meter pun masih terdapat spora. Pada kenyataannya penyakit
tertentu hanya dapat disebarkan oleh angin pada jarak pendek, bahkan sering
sangat pendek. Pada umumnya spora akan mati karena kekeringan dan sinar
matahari pada waktu disebarkan jarak jauh itu, sedangkan pada waktu mengendap
tidak tepat jatuh pada tumbuhan atau bagian yang rentan. Semakin cepat anginnya
maka spora yang akan tersebar pun akan semakin jauh keberadaannya.Angin hampir
tidak bisa dikendalikan. Perlu adanya suatu pengelolaan lingkungan karena
adanya pengaruh angin yang sangat komplek ini. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan yaitu menghindari adanya pengaruh yang tidak dikehendaki misalnya
penanaman tanaman sejenis agar tidak terjadi penyerbukan silang. Namun jika
permasalahan penyebaran patogen maka usaha yang dapat dilakukan yaitu
pengendalian sedini mungkin agar mengurangi jumlah patogen yang dapat
disebarkan oleh angin. Selain itu dapat pula menggunakan tanaman pematah angin
agar laju dan arah angin dapat sedikit dikendalikan seperti menanam pohon
penahan angin yang dapat menjamin perlindungan sejauh 15 – 20 kali tinggi
pohon pelindung. Misalnya tinggi pohon 10 meter, tanaman sejauh 150 – 200 meter
dapat dilindungi sehingga memperlambat kecepatan angin. Dengan adanya pematah
angin maka laju dan arah angin menuju pertanaman dapat sedikit ditekan sehingga
penyebaran patogen akan lebih kecil.
BAB III
KESIMPULAN
Angin selain
sebagai unsur cuaca juga sangat berpengaruh terhadap kondisi disekitar tanaman.
Selain pengaruhnya banyak bermanfaat bagi tanaman, potensi kerugian tanaman
yang disebabkan adanya angin juga besar. Oleh karena itu perlu adanya
pengelolaan terhadap lingkungan agar fungsi angin lebih mengarah pada hal yang
mendukung budidaya pertanian. Usaha pengelolaan angin di lahan pertanian memang
sangat sulit. Namun usaha masih dapat dilakukan walaupun hanya berpengaruh
kecil.
DAFTAR PUSTAKA
Fahrizayusroh. 2010. Penyebaran
Penyakit Melalui Angin.http://fahrizayusroh.wordpress.com, [10 April 2010].Tantawi, A. R. 2007. Hubungan Kecepatan
Angin Dan Kelembaban Udara Terhadap Pemencaran Konidium Cercospora Nicotianae
Pada Tembakau.Agritrop, 26 (4) : 160– 167.Tjasyono, B.
2004.Kli matologi . ITB: Bandung.Kartasapoetra,Ance Gunarsih,Ir.,1993.
“klimatologi pengaruh iklim terhadap tanah dan tanaman. Jakarta:Bumi Aksara.Tjasyono, Bayon. 2004. Klimatologi. Bandung
: ITB.
0 Response to "MAKLAAH KIMATOLOGI PENGARUH ANGIN TERHADAP TANANMAN"
Post a Comment